Postingan

Chapter 22 "Tenang Ditengah Gelombang"

Dari sorotan CCTV, terlihat Alan turun dari pintu depan mobil itu lalu segera membuka pintu tengah. Keluarlah seorang wanita muda berusia sekitar 20 sampai 25 tahun dengan perut sedikit membuncit. Berjalan dengan penuh percaya diri menghampiri pintu depan.  Sedangkan Alan masih sibuk menurunkan beberapa koper serta beberapa bawaan lainnya. Marie tidak kaget lagi, itu jelas wanita simpanan Alan. Ia kemudian meraih telephone diatas meja kemudian segera menelpon Hana. "Han, tolong bukakan pintu depan. Kita ada tamu penting" canda garing Marie. "Tamu penting ?"  Batin Hana, ia kebingungan. "Siapa bu ?" Tanya Hana penasaran. "Ya, bukakan dulu pintunya, biar tau Han, hehe"  "iya bu"  Jawab Hana lalu menutup telpon dan langsung menuju ke pintu depan.  "Perasaan dari dulu aku kerja tidak ada tamu-tamunya Ibu" gumam Hana dalam hati, kemudian membukaa pintu. "Hi, kamu emba Hana kan ?"  Tanya wanita itu ketika sudah berpapasan ...

Chapter 3 Pengkhianatan Pertama

"saya mengizinkan kamu memiliki wanita lain, tetapi bukan  berarti kamu selingkuh dan menipuku seolah aku seorang bocah." Gumam Marie sambil merapikan file yang sudah dikemas rapih disalah satu folder yang ada di telepon genggam miliknya.  "ini akan menjadi anak panah yang akan memanah kalian dikala saatnya tiba." Marie mencoba untuk memejamkan matanya, ia tak mampu tidur, terus terbanyang kejadian menyakitkan itu. Matanya melirik ke jam dinding yang menunjukan pukul 02.00 dini hari, yang berarti waktu tidur Marie sisa satu setengah jam lagi. Marie tak menyiakan waktu. Ia kemudian membuka instrumen pengantar tidur yang sudah tersimpan dilist favoritnya, biasanya instrumen klasik. Tak membutuhkan waktu lama Marie pun merasa kantuk. "Wah kalau begini caranya, kenapa tidak dari tadi." batin Marie sebelum terlelap. "Bun,bun" Suara itu seketika membangukan Marie. "Bundaa, anak kitaa." Marie Seketika kaget dengan sebutan itu dan membalikan ba...

Chapter 2 Testpack

Waktu sudah menunjukan pukul 17.00 saatnya rumah produksi kue tutup. Tetapi Marie terlihat masih sibuk karena ia  langsung turun tangan mengkoordinir untuk pesanan besok, dan mengurus pembukuan.  Hal ini biasanya dikerjakan oleh Desy, seorang teman lama sekaligus adminnya, tetapi Desy pulang lebih awal hari ini, katanya ada acara keluarga, dan Marie pun mengizinkannya.  Setelah selesai mengerjakan pesanan, beberapa karyawan langsung menuju parkiran, terlihat ada juga jemputan yang sedari tadi menunggu.  Setelah melihat parkiran sudah kosong melalui CCTV, Marie langsung menuju rumah produksi yang jarak hanya dibatasi sekat tembok dari dapur.  Marie ingin memastikan tidak terjadi lagi  kelalaian lagi dari anak buahnya, karena beberapa hari  kamaren sempat ada yang lupa mematikan lampu, kipas, dan juga lupa mematikan kran air yang masih mengalir.  Memang itu terlihat sepeleh, tetapi bagi usaha bertaraf kecil akan  sangat berdampak pada meningkat...

Chapter 1 Egokah Aku

   Kring,,kring,,Pesan WA masuk dari seorang customer yang artinya  Marie harus segera bangun dan menyelesaikan pesanan kue yang belum kelar malam tadi. " hallo selamat pagi bu mar,,maaf ganggu"    emm,,saya mau konfirmasi, pesanan saya yang kemaren sudah kelar ya bu ? soalnya hari ini  jam 8 sudah harus ready di kantor.Trimkasih  oh,,iya bu,,sudah beres tinggal di packing lagi nanti jam 7 di antar ke kantor..Trimakasih banyak bu atas kepercyaan ibu. Setelah membalas pesan ibu Lisa, salah satu customer tarbaiknya, Marie langsung menuju dapur produksi hendak mebereskan pesanan itu, tak lupa juga ia mengambil beberapa gambar kue yang menurutnya lucu dan laris di pasaran seperti blackforest mini, cup cake, nastar, dan beberapa kue nampah lainnya.  ahh,, kue nampah,,?? Marie teringat lagi kejadian kemarin sore di pasar ketika iya dan suaminya bang Alan membeli bahan kue, dan ia  menawar harga, tetapi alan, suaminya sendiri tidak setuju dengan hal...